Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien Gangguan Jiwa Lengkap

Artikel terkait : Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien Gangguan Jiwa Lengkap

Strategi Pelaksanaan (SP) pada Pasien dengan Gangguan Jiwa Lengkap

Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien dengan Gangguan Jiwa Lengkap. Sumber gambar: Youtube Stikes Muhammadiyah Gombong

Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien dengan Ansietas / Kecemasan

  1. SP 1 Ansietas: Mengkaji tanda-tanda ansietas dan kaji kemampuan pasien dalam mengurangi ansietas. Mengajarkan pasien tekhnik nafas dalam.
  2. SP 2 Ansietas: Mengajarkan pasien tekhnik distraksi.
  3. SP 3 Ansietas: Mengajarkan pasien hipnotis lima jari.
  4. SP 4 Ansietas: Latihan spiritual dan bantu pasien untuk menuliskan dalam jadwal kegiatan harian.

Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien dengan Halusinasi (Penglihatan & Pendengaran)

  1. SP 1 Halusinasi: Mengenalkan halusinasi dan mengajarkan cara mengontrol halusinasi dengan menghardik.
  2. SP 2 Halusinasi: Mengajarkan cara mengontrol halusinasi dengan minum obat.
  3. SP 3 Halusinasi: Mengajarkan cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap.
  4. SP 4 Halusinasi: Mengajarkan cara mengontrol halusinasi dengan cara beraktivitas atau melakukan kegiatan.
     

Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien dengan Resiko Perilaku Kekerasan

  1. SP 1 Resiko perilaku kekerasan: Mengkaji tentang tanda & gejala, penyebab, serta akibat dari perilaku kekerasan. Mengajarkan cara mengontrol perilaku kekerasa dengan latihan nafas dalamdan pukul kasur/bantal.
  2. SP 2 Resiko perilaku kekerasan: Mengontrol perilaku kekerasan dengan cara minum obat.
  3. SP 3 Resiko perilaku kekerasan: Mengontrol perilaku kekerasan dengan cara verbal (berbicara yang baik dan berkomunikasi yang baik).
  4. SP 4 Resiko perilaku kekerasan: Mengontrol perilaku kekerasan dengan cara spiritual (kombinasi nafas dalam dengan bacaan istighfar/kalimat dzikir).
     

Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien dengan Isolasi Sosial : Menarik Diri

  1. SP 1 Isolasi Sosial: Bantu klien mengenal masalah isolasi sosial (tanda.&.gejala, penyebab dan akibat isolasi sosial) dan menjelaskan, mendemontrasikan serta melatih cara berkenalan.
  2. SP 2 Isolasi Sosial: Menjelaskan dan melatih klien berkenalan dengan dua orang dan bercakap-cakap dalam melakukan kegiatan harian.
  3. SP 3 Isolasi Sosial: Menjelaskan dan melatih klien berkenalan dengan dua orang dan bercakap-cakap dalam melakukan kegiatan harian, serta melakukan kegiatan sosial.
  4. SP 4 Isolasi Sosial: Menjelaskan dan melatih berbicara dalam melakukan kegiatan sosial: meminta sesuatu, memberi bantuan berbelanja ke warung, ke pasar, atau ke bank.
     

Strategi Pelaksanaan (SP) Waham

  1. SP 1 Waham: Membantu orientasi realita.
  2. SP 2 Waham: Mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi.
  3. SP 3 Waham: Melatih pasien memenuhi kebutuhannya.
  4. SP 4 Waham: Membimbing pasien membuat jadwal kegiatan harian.

Strategi Pelaksanaan (SP) Harga Diri Rendah (HDR) Kronik

  1. SP 1 Harga Diri Rendah: Menjelaskan kepada klien mengenai pengertian harga diri rendah kronik, penyebab, tanda dan gejala. Mengidentifikasi aspek dan kemampuan positif yang dimiliki oleh klien.
  2. SP 2 Harga Diri Rendah: Menilaki askpek positif yang dimiliki klien yang dapat dilakukan di rumah sakit dan di rumah.
  3. SP 3 Harga diri rendah kronik: Membantu klien untuk memilih kemampuan yang bisa dilakukan di rumah sakit.
  4. SP 4 Harga diri rendah kronik: Melatih klien untuk melakukan kemampuan yang telah dipilih

Strategi Pelaksanaan (SP) Resiko Bunuh Diri (RBD)

  1. SP 1 Resiko bunuh diri: Mengidentifikasi benda-benda yang dapat membahayakan klien.
  2. SP 2 Resiko bunuh diri: Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien.
  3. SP 3 Resiko bunuh diri: Melakukan kontrak treatment.
  4. SP 4 Resiko bunug diri: Mengajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri.
  5. SP 5 Resiko bunuh diri: Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri.

Strategi Pelaksanaan (SP) Defisit Perawatan Diri (DPD)

  1. SP 1 Deficit perawatan diri: Mengidentifikasi masalah perawatan diri (kebersihandiri, berdandan, makan/minum, BAB/BAK). Menjelaskan pentingnya kebersihan diri. Melatih cara menjaga kebersihan diri (mandi, ganti pakaian, sikat gigi, cuci rambut, potong kuku).
  2. SP 2 Defisit perwatan diri: Menjelaskan dan melatih cara untuk berdandan (menyisir, mencukur dan merias).
  3. SP 3 Defisit perawatan diri: Menjelaskan dan melatih cara makan dan minum yang baik.
  4. SP 4 Deficit perawatan diri: Menjelaskan dan melatih cara BAK dan BAB yang baik.

Demikian artikel kami terkait dengan Strategi Pelaksanaan (SP) atau Tindakan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Jiwa yang meliputi: Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien dengan Ansietas / Kecemasan; Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien dengan Halusinasi (Penglihatan & Pendengaran); Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien dengan Resiko Perilaku Kekerasan; Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien dengan Isolasi Sosial : Menarik Diri; Strategi Pelaksanaan (SP) Waham; Strategi Pelaksanaan (SP) Harga Diri Rendah (HDR) Kronik; Strategi Pelaksanaan (SP) Resiko Bunuh Diri (RBD); Strategi Pelaksanaan (SP) Defisit Perawatan Diri (DPD).

Harapan kami, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Apabila ada kekurangan atau kesalahan atau ada update informasi terbaru terkait dengan  "Strategi Pelaksanaan (SP) pada Pasien dengan Gangguan Jiwa" dapat mengirim email atau berkomentar. Salam sehat jiwa...

Artikel KESEHATAN ONLINE Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 KESEHATAN ONLINE | Design by Bamz