Makalah Keperawatan: Ansietas

Artikel terkait : Makalah Keperawatan: Ansietas

 TINJAUAN TEORI ANSIETAS / KECEMASAN

A.    Ansietas

1.         Pengertian Ansietas

Ansietas merupakan suatu keadaan dimana ketika individu atau kelompok mengalami suatu perasaan gelisah (kekhawatiran) dan aktivasi saraf otonon sebagai respon terhadap ancaman yang tidak jelas dan non spesifik. (Carpenito-Moyet, 2013).

Ansietas merupakan kekhawatiran yang tidak jelas dan dapat menyebar, yang berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya. Keadaan emosi ini tidaklah memiliki objek yang spesifik. Ansietas dialami secara subjektif dan dapat dikomunikasikan secara interpersonal.

Ansietas adalah kondisi emosi dan pengalaman subyektif individu terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman. (SDKI, 2018).

2. Penyebab Ansietas / Kecemasan

 Dalam buku Standar Diagnosa Keperawatan Republik Indonesia, penyebab terjadinya ansietas adalah:

a.     Krisis situasional

b.    Kebutuhan tidak terpenuhi

c.     Krisis maturasional

d.    Ancaman terhadap konsep diri

e.     Ancaman terhadap kematian

f.     Kekhawatiran mengalami kegagalan

g.    Disfungsi sistem keluarga

h.    Hubungan orang tua-anak tidak memuaskan

i.      Faktor keturunan (temperamen mudah teragitasi sejak lahir)

j.      Penyalahgunaan zat

k.    Terpapar bahaya lingkungan (mis. Toksin, polutan, dll)

l.      Kurang terpapar informasi

 

3. Tingkatan Ansietas / Kecemasan

 a.    Ansietas ringan, berhubungan dengan ketegangan yang ada didalam kehidupan sehari-hari.

      Ansietas ini menyebabkan individu menjadi waspada dan meningkatkan lapang persepsinya. Ansietas ini dapat memodifikasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas individu.

b.    Ansietas sedang, memungkinkan individu untuk fokus pada hal yang penting dan mengesampingkan hal yang lainnya. Ansietas ini mempersempit lapang individu, dengan demikian individu mengalami tidak perhatian yang selektif, namun dapat berfokus pada lebih banyak area, jika dapat diarahkan untuk mengarahkannya.

c.    Ansietas berat, sangat dapat mengurangi lapang persepsi individu. Individu cenderung lebih berfokus pada sesuatu yang rinci dan spesifik serta tidak berpikir tentang hal lain. Semua perilaku ini ditunjukkan untuk mengurangi ketegangan. Individu tersebut memerlukan arahan untuk berfokus pada are lain.

d.   Tingkat panik dari ansietas, berhubungan dengan terpengarah, ketakutan, dan teror. Hal yang rinci disini terpecah dari proporsinya, karena mengalami hilang kendali. Individu yang mengalami panik ini tidak dapat melakukan sesuatu walaupun dengan arahan.

 

4. Faktor Predisposisi Ansietas

 a.       Dalam pandangan psikoalalitis, ansietas merupakan konflik emosional yang terjadi diantara dua elemen kepribadian yaitu, id dan superego. Id mewakili dorongan insting dan impulsif primitif sedangkan superego mencerminkan hati nurani seseorang dan dikendalikan oleh norma budaya. Ego atau Aku, disini berfungsi menengahi tuntutan dari dua elemen yang bertentangan tersebut, dan fungsi ansietas disini yaitu mengingatkan ego bahwa ada bahaya.

b.      Menurut pandangan interpersonal, ansietas dapat timbul dari perasaan yang takut terhadap ketidaksetujuan dan penolakan interpersonal, ansietas disini juga berhubungan dengan perkembangan trauma yaitu seperti perpisahan dan kehilangan yang dapat menimbulka n kerentanan tertentu.

c.       Menurut pandangan perilaku, ansietas merupakan produk frustasi yaitu, segala sesuatu yang dapat mengganggu kemampuan individu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

d.      Kajian keluarga, ini menunjukkan bahwa gangguan ansietas biasanya terjadi dalam keluarga.

Gangguan ansietas juga tumpang tindih antara gangguan ansietas dengan depresi

 

e.       Kajian biologis, menunjukkan bahwa otak mengandung reseptor khusus untuk benzodiazep in yaitu, obat-obatan yang meningkatkan neuroregulator inhibisi asam gama-aminobut irat (GABA) yang berperan penting dalam mekanisme biologis yang berhubungan dengan ansietas. Selain itu, kesehatan umum pada individu dan riwayat ansietas pada keluarga memiliki efek nyata sebagai predisposisi ansietas. Ansietas juga mungkin disertai dengan gangguan fisik dan selanjutnya menurunkan kemampuan individu untuk mengatasi stressor.

 

5. Stressor / Pencetus Ansietas

Stresor pencetus dapat berasal dari sumber internal ataupun eksternal. Stresor pencetus  ini dapat dikelompokkan dalam dua kategori yaitu:

a.         Ancaman terhadap integritas   fisik, meliputi disabilitas       fisiologis          yang akan terjadi atau penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas hidup seseorang sehari-hari

b.        Ancaman terhadap sistem diri, ancaman ini dapat membahayakan identitas, harga diri, dan fungsi sosial yang terintegrasi pada individu.

6. Cara Mengatasi Ansietas / Cemas

 Individu dapat mengatasi ansietas dengan menggerakkan sumber koping yang ada dilingkungan. Sumber koping tersebut yag berupa modal ekonomi, kemampuan penyelesaia n masalah, dukungan sosial, serta keyakinan budaya dapat membantu individu mengintegras ikan pengalaman yang menimbulkan stres dan mengadopsi strategi koping yang berhasil.

 

7. Mekanisme Koping Ansietas

 Ketika individu mengalami ansietas, individu dapat menggunakan berbagai mekanisme koping untuk dapat mencoba mengatasinya. Ketidakmampuan mengatasi ansietas secara konstruktif merupakan penyebab utama terjadinya perilaku patologis. Pola yang biasa dapat digunakan individu untuk mengatasi ansietas ringan cenderung tetap dominan ketika ansietas menjadi lebih intens. Ansietas ringan ini sering ditanggulangi tanpa pemikiran yaang sadar. Sedangkan ansietas sedang dan berat menimbulkan dua jenis mekanisme koping.

 

8. Tanda dan Gejala Ansietas

                       a.     Tanda dan gejala mayor

 1)          Subjektif: klien merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi.

2)          Objektif: tampak gelisah

 

Konsep dasar keperawatan: Ansietas

                       b.     Tanda dan gejala minor

 1)          Subjektif: Klien mengeluh pusing

2)           Objektif: tekanan darah meningkat

Artikel KESEHATAN ONLINE Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 KESEHATAN ONLINE | Design by Bamz