Contoh Laporan Analisa Sintesa Tindakan Keperawatan Gawat Darurat Pemasangan Nasogastric Tube (NGT) di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)

LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN PEMASANGAN NASOGASTRIC TUBE (NGT)

Sumber: youtube.com

Inisial Pasien (Usia) : Tn. N (55 tahun) 
Tanggal Masuk : 09 September 2021 pukul 13.40 WIB

A. Analisa Data dan Diagnosa keperawatan 

DO : 
a. Keadaan umum : lemah, kesadaran sopor, pasien mengalami penurunan kesadaran, saat dirumah bicara pasien pelo 
b. GCS : E2V2M4 
c. Tanda-tanda vital Suhu : 37 °C Tekanan darah: 230/110 mmHg Nadi : 92 x/menit RR : 28 x/menit 
d. Pasien terlihat kesulitan bernapas, irama napas tidak teratur, menggunakan otot bantu pernapasan, napas cepat dan pendek 

DS : - (pasien mengalami penurunan kesadaran) 

Diagnosa keperawatan yang muncul: 
a. Risiko perfusi serebral tidak efektif d.d. hipertensi dengan kondisi klinis terkait stroke 
b. Pola napas tidak efektif b.d. depresi pusat pernapasan 
c. Risiko defisit nutrisi d.d. ketidakmampuan menelan makanan

B. Prinsip-prinsip tindakan
1. Tahap Pra Interaksi 
- Mengecek program terapi 
- Mencuci tangan 
- Mengidentifikasi pasien dengan benar 
- Mempersiapkan dan meletakkan alat di dekat pasien 

2. Tahap Orientasi 
- Mengucapkan salam, menyapa pasien, dan memperkenalkan diri 
- Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan tujuannya 
- Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien 

3.Tahap Kerja 
- Menjaga privacy pasien 
- Mengatur posisi pasien dalam high fowler (jika tidak ada kontraindikasi) 
- Memasang handuk di dada pasien
Memakai sarung tangan steril 
- Menentukan lubang hidung yang akan digunakan untuk melakukan pemasangan NGT 
- Melakukan pengecekan hidung pasien dan perhatikan ada atau tidaknya sumbatan 
- Membersihkan lubang hidung 
- Mengukur panjang tube yang akan dimasukkan dengan menggunakan metode : ukur jarak dari puncak lubang hidung ke daun telinga dan ke prosessus xipoideus di sternum
- Beri tanda pada panjang selang yang sudah diukur dengan plester 
- Menutup pangkal selang dengan spuit/klem untuk mencegah masuknya udara ke dalam lambung 
- Olesi jelly pada NGT sesuai ukuran panjang NGT yang akan dipasang 
- Informasikan kepada pasien bahwa selang akan dimasukkan dan arahkan kepala pasien ke dalam posisi ekstensi. Lalu masukkan selang melalui lubang hidung yang telah ditentukan. 
- Bila selang telah melewati nasofaring (kira-kira 3-4 cm), arahkan leher pasien ke posisi menekuk 
- Jika sudah selesai memasang NGT, periksa letak selang 

4. Tahap Terminasi 
- Evaluasi pasien setelah terpasang NGT 
- Merapikan pasien dan lingkungan 
- Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula 
- Berpamitan dengan pasien 
- Mencuci tangan 
- Dokumentasikan hasil tindakan ini pada catatan perawatan

C. Analisa Tindakan Keperawatan

Pemasangan nasogastrik tube (NGT) adalah suatu prosedur dimana sebuah selang dipasang melalui lubang hidung pasien (nostril) kemudian turun ke nasofaring hingga ke lambung. Tujuan dari dilakukannya pemasangan nasogastrik tube (NGT) untuk memberikan nutrisi, cairan atau obat-obatan secara adekuat pada pasien stroke hemoragik yang mengalami penurunan kesadaran. Prosedur pemasangan nasogastrik tube (NGT) pada pasien stroke hemoragik seringkali dirasa sulit karena pasien mengalami penurunan kesadaran. Meskipun demikian, prosedur pemasangan nasogastrik tube (NGT) tetap dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip tindakannya antara lain prinsip steril, memposisikan kepala high flower, dan melakukan komunikasi terapeutik pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran. Pemberian asupan makanan melalui nasogastrik tube (NGT) ditujukan bagi pasien stroke yang mengalami fase akut yakni dalam rentang waktu 24-48 jam.

Artikel KESEHATAN ONLINE Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 KESEHATAN ONLINE | Design by Bamz